Lewati ke konten utama

Pengujian Aspal: Pengertian, Jenis, Teknik dan Komponen yang Diuji

Teknis Aspal6 menit baca•Dipublikasikan: 18 Mei 2024
Penulis: Tim Engineering & Konstruksi PT Kontraktor Indo Utama

Standar Verifikasi: Spesifikasi Umum Bina Marga Divisi 6
Alat pengujian sampel aspal di laboratorium teknis

PT KONTRAKTOR INDO UTAMA

Dokumentasi Proyek: Pengujian Aspal: Pengertian, Jenis, Teknik dan Komponen yang Diuji — Pelaksanaan Standar PT Kontraktor Indo Utama.

Pengujian mutu aspal dan campuran beraspal panas di laboratorium serta lapangan merupakan syarat mutlak dalam Dokumen Spesifikasi Umum Bina Marga Divisi 6. Langkah ini memastikan material yang dihampar memiliki elastisitas, stabilitas, dan durabilitas tinggi terhadap perubahan iklim tropis.

1. Rangkaian Pengujian Bahan Bitumen Cair & Aspal Minyak

Sebelum diolah di AMP (Asphalt Mixing Plant), bitumen penetrasi 60/70 diuji melalui empat parameter utama: Uji Penetrasi (ASTM D-5) pada suhu 25°C, Uji Titik Lembek (Ring and Ball / ASTM D-36), Uji Daktilitas (ASTM D-113) untuk mengukur keelastisan tarikan, dan Uji Titik Nyala (Cleveland Open Cup / ASTM D-92) guna memastikan keselamatan kerja saat pencampuran suhu tinggi.

Tabel Parameter Teknis Standar Bina Marga
Uji Penetrasi 25°CRentang nilai 60 – 70 (0.1 mm)
Titik Lembek (Softening Point)Minimum 48°C (Metode Ring and Ball)
Daktilitas pada 25°CMinimum 100 cm tarikan elastis
Titik Nyala (Flash Point)Minimum 232°C (Metode Cleveland Open Cup)

2. Pengujian Campuran Hotmix (Metode Marshall & Core Drill)

Pengujian Marshall menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO) dengan mengukur stabilitas (daya tahan terhadap deformasi plastis), flow (kelelehan), VIM (Void in Mix / rongga udara), VMA (Void in Mineral Aggregate), dan VFB (Void Filled with Bitumen).

Setelah digelar di lapangan, pengujian Core Drill dilakukan dengan mengambil sampel inti silinder per 200 meter lajur untuk mengukur ketebalan riil dan persentase kepadatan lapangan terhadap briket laboratorium.

Catatan Rekayasa Lapangan (Engineering Note):

Dokumentasi Job Mix Design (JMD) dan Job Mix Formula (JMF) resmi wajib diterbitkan oleh laboratorium independen atau BBPJN sebelum produksi massal hotmix diizinkan digelar di lapangan.

Kesimpulan & Ringkasan Rekomendasi Teknis

  • ✓Aspal penetrasi 60/70 wajib lolos uji penetrasi, titik lembek (min 48°C), dan daktilitas (min 100 cm).
  • ✓Pengujian Marshall menjamin stabilitas struktural campuran di atas 800 kg untuk jalur jalan raya.
  • ✓Uji Core Drill lapangan wajib memverifikasi ketebalan riil dan kepadatan minimum 98%.
  • ✓Setiap batch pengiriman dari AMP disertai sertifikat suhu pengiriman minimal 145°C.
KONSULTASI & ESTIMASI PROYEK RESMI

Butuh Penerapan Spesifikasi Ini Pada Proyek Anda?

Tim estimator dan insinyur jalan PT Kontraktor Indo Utama siap melakukan peninjauan lokasi (survey gratis se-Jabodetabek), pengujian kepadatan, dan penyusunan RAB transparan tanpa komitmen.

Divisi Pengendalian Mutu & Operasional Lapangan

Diterbitkan oleh tim teknis PT Kontraktor Indo Utama. Berpengalaman lebih dari 15 tahun dalam pekerjaan jalan aspal hotmix, marka thermoplastik, dan pengukuran topografi di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah & DIY.

REFERENSI LANJUTAN

Artikel & Panduan Teknis Terkait Lainnya